Friction: Etnografi Pertautan Global

Penulis: Anna Lowenhaupt Tsing
Penerjemah: Hasriadi Masalam & Achmad Choirudin

xxx + 434 hlm.; 15 x 23 cm.

Categories: , , Product ID: 38919

Description

Menggesekkan dua batang kayu bisa menghasilkan panas dan bahkan api; sebatang kayu saja tak akan bisa. Roda bergerak karena bergesekan dengan permukaan jalan; tanpa gesekan, roda hanya berputar di udara. Dalam kedua kasus, gesekanlah yang menghasilkan gerakan, tindakan, dan dampak. Antropolog Anna Lowenhaupt Tsing menantang pandangan umum bahwa globalisasi selalu berarti benturan antarbudaya, dengan mengembangkan konsep gesekan (friction) sebagai metafora untuk interaksi sosial nan beragam dan saling bertentangan yang membentuk dunia kita masa kini. Dengan memusatkan perhatian pada drama sosial seputar hutan hujan Indonesia pada 1980-an dan 1990-an, Tsing menunjukkan bagaimana berbagai kepentingan yang saling bertarung—dari pembela lingkungan, sains internasional, dan investor Amerika Utara hingga pencinta alam, pembela penyadap karet Brasil, lembaga donor internasional, dan para tetua desa—terlibat dalam kesalahpahaman tak terduga dan rumit tapi kadang justru membuahkan hasil, di tengah proyek-proyek ekstraksi sumberdaya yang tunggang langgang sekaligus gerakan lingkungan dan masyarakat adat.