Buruh di Lahan Sendiri

Buruh di Lahan Sendiri

Buruh di Lahan Sendiri* Ratusan ribu orang, laki-laki dan perempuan yang menggarap tanah di Asia, Afrika, dan Amerika, yang telah menabur benih , memanen hasil, mengembala ternak, mati kelaparan karena kekurangan pangan? Mengapa, sementara mereka...

Read more

Tanah dan Identitas yang Hilang

Tanah dan Identitas yang Hilang

Tanah dan Identitas yang Hilang*  “…Sampai saat tanah moyangku, tersentuh sebuah rencana/ Dari serakahnya kota/ Terlihat murung wajah pribumi/ Terdengar langkah hewan bernyanyi/…” (Ujung Aspal Pondok Gede,- Iwan Fals) Sepotong bait lagu yang...

Read more

Anim-Ha yang Tak Lagi ‘Bernama’

Anim-Ha yang Tak Lagi ‘Bernama’

Anim-Ha yang Tak Lagi ‘Bernama’ [1] “… Sampai saat tanah moyangku, tersentuh sebuah rencana/ Dari serakahnya kota/ Terlihat murung wajah pribumi/ Terdengar langkah hewan bernyanyi/…” (“Ujung Aspal Pondok Gede” – Iwan Fals) Catatan Awal Sekitar...

Read more

Mempertaruhkan Masa Depan Manusia Marind

Mempertaruhkan Masa Depan Manusia Marind

Mempertaruhkan Masa Depan Manusia Marind* Membaca buku Korporasi & Politik Perampasan Tanah (INSISTPress, 2013) karya Laksmi A. Savitri ini mengingatkan penulis pada buku Tania Murray Li, The Will to Improve (2012). Tulisan Li mencoba melihat...

Read more

Peran Negara Di manakah?

Peran Negara Di manakah?

Peran Negara Di manakah?* Penulis buku yang berjudul “Korporasi dan Politik Perampasan Tanah”[1] ini mendeskripsikan detail dengan sangat baik bagaimana arti tanah bagi orang Marind di Merauke. Selain itu arti tanah dikaitkan kembali dalam...

Read more

“Angin Sorga” di Merauke

“Angin Sorga” di Merauke

“Angin Sorga” di Merauke* PARAPAT, Danau Toba, 29 Agustus 2009. Seperti biasa, koran Kompas selalu datang agak siang, sekitar pukul 10.00 wib. Maklum, perjalanannya cukup jauh dari Medan ke Toba, setidaknya 3-4 jam. KSPPM, tempat saya “bertapa”...

Read more