Sale!

Meruang Pelan-Pelan

Rp 87.000 Rp 78.300

Penulis: Riangga Yudas & Nani Susiani

Prolog: Marco Kusumawijaya
Epilog: Santi Ariestyowanti

Penyunting: Marsen Sinaga
Foto: Lintang Rembulan
Desain Sampul & Ilustrasi: Amalia Dian
Atak: Nani Susiani & Damar N. Sosodoro

xii + 148 hlm.; 15 x 20 cm.
QRCBN: 62-9173-5200-065

Cetakan pertama, Mei 2026

Diterbitkan atas kerjasama dengan: studiotanah

Description

Warung Pelan-Pelan (WPP) bukan sekadar tempat makan. Ia adalah limasan tua yang didaur, dirawat, dan dihidupkan kembali secara kolektif dan gotong royong, yang mana arsiteknya turut melakukan kerja-kerja perawatan domestik.

Meruang Pelan-Pelan mencatat perjalanan menghidupkan WPP. Dari mengenal konteks sosial-budaya kampung, mendaur ruang dan material, hingga mengelola warung makan, toko kelontong, serta ruang kolektif bersama Dulur Sewarung. Sebuah eksperimen tentang apa yang terjadi ketika arsitektur tidak berhenti pada bentuk, melainkan terus hidup dalam relasi.

Catatan ini disusun oleh studiotanah, studio arsitektur rumahan berbasis di Cangkringan, D.I. Yogyakarta yang merintis WPP. Berakar pada kriya dan ketukangan, mereka meyakini bahwa arsitektur yang baik ialah yang menggarisbawahi potensi jiwa tempat, harmonis dengan lingkungan, akrab dengan penghuninya, dan selalu berakar pada relasi antara manusia, ruang, dan kehidupan sehari-hari yang melingkupinya.