Buku Aktivisme Cendekia & Perjuangan Agraria lahir dari kerja koloboratif yang telah kami jalani selama lebih dari tiga dasawarsa, dalam konteks perjuangan politik untuk keadilan agraria. Kami mulai berkolaborasi pada 1992 di Filipina. Saat itu Jenny adalah penerima beasiswa Fulbright yang sedang melakukan penelitian lapangan untuk kajian doktoralnya, sementara Jun merupakan aktivis purnawaktu di Kilusang Magbubukid ng Pilipinas (KMP, Gerakan Tani Filipina). Sejak itu, lingkup kerja kami meluas ke beberapa negara lain—terutama, dalam kasus Jenny, ke Myanmar. Seiring waktu dan dalam berbagi kesempatan, kami berdua telah bekerja dalam tiga ranah kelembagaan yang menjadi basis politik pengetahuan: lembaga akademik, lembaga penelitian independen nonakademik, dan gerakan agraria. Saat ini, Jenny bekerja di Transnational Institute, sebuah lembaga penelitian independen berbasis aktivisme, sementara Jun bekerja di kampus Insternational Institute of Social Studies (ISS)—keduanya berbasis di Belanda. Namun, kerja-kerja aktivisme masing-masing dari kami telah dimulai jauh sebelum itu. Pada dekade 1980-an hingga 1990-an, Jenny bekerja di Durham, North Carolina dan Boston, Massachusetts, bersama gerakan mahasiswa dan perempuan, juga terlibat dalam kerja solidaritas dengan gerakan kiri non-Amerika Serikat. Sementara Jun telah terlibat dalam gerakan petani radikal di Filipina sejak awal 1980-an, dan kemudian, secara internasional, menjadi bagian dalam proses pembentukan La Vía Campesina pada 1993. Kerja individu maupun kolaboratif kami sebagian besar berfokus pada politik pertanahan dan peran gerakan agraria radikal.
Sejak memulai kolaborasi, kami telah bersepakat untuk menempatkan perjuangan keadilan sosial kelas pekerja pedesaan sebagai kompas politik dan intelektual kami, dan menjadikan cendekiawan-aktivisme sebagai metode kerja kami. Tidak pernah mudah untuk menjadi—atau berupaya menjadi—cendekiawan-aktivis. Dalam banyak kesempatan, kami kerap diragukan dan diabaikan, dipandang sebelah mata dan dipertanyakan oleh para kamerad maupun kolega—karena dianggap “terlalu akademik” saat bekerja di lingkaran aktivisme, atau “terlalu aktivis” saat berada di ranah akademik. Namun, kami mencoba melihat semua pengalaman itu sebagai momen penguatan diri, karena kami selalu belajar hal-hal baru—meski sering kali lewat cara yang sulit—tentang bagaimana menjadi lebih baik dalam kerja kami, dan bagaimana mendekatkan diri pada aktivisme cendekia yang kami idamkan. Kami merasa bahwa kami belum benar-benar mencapai idealitas itu, tapi kami juga merasa telah menempuh perjalanan cukup jauh untuk menggapainya dan memperoleh cukup banyak wawasan kritis untuk memberanikan diri menulis sintesis awal dari refleksi kami tentang aktivisme cendekia dan perjuangan agraria, dalam bentuk buku kecil ini.
… kami telah bersepakat untuk menempatkan perjuangan keadilan sosial kelas pekerja pedesaan sebagai kompas politik dan intelektual kami, dan menjadikan cendekiawan-aktivisme sebagai metode kerja kami.
Kami memandang kerja-kerja kami sebagai bagian dari medan lebih luas dan proses panjang dalam kerja intelektual dan aktivisme politik yang berbasis kolektif. Tidak selalu mudah bagi kami untuk mencantumkan nama kami sebagai penulis karya tertentu, karena kami menyadari bahwa gagasan-gagasan yang tertuang di dalamnya lahir dari proses sosial di tengah komunitas-komunitas lebih luas—sering kali tanpa bentuk—yang selama ini kami jadikan tempat untuk menumbuhkan perasaan memiliki dan menjadi bagian di dalamnya. Dalam pengertian ini, gagasan-gagasan dalam buku ini bukan sepenuhnya milik kami, melainkan terbentuk melalui percakapan panjang di berbagai komunitas, sesi-sesi penyusunan strategi dalam gerakan agraria, obrolan santai bersama para kader kunci gerakan di lapangan, maupun pertukaran pemikiran dengan sesama peneliti di lembaga akademik. Kami tidak bisa—dan memang mustahil—menyebutkan secara lengkap siapa saja yang berkontribusi dalam perumusan ide-ide yang kami paparkan di buku ini. Bahkan jika kami mencoba pun, senarai panjang semua orang yang pernah terlibat dalam proses intelektual dan politik kolektif ini akan memakan terlalu banyak halaman. Karena itu, kami memilih untuk tidak membuat daftar siapa saja yang berkontribusi—karena kami pasti akan gagal memberikan penghargaan yang layak kepada semua pihak. Tapi kami berharap banyak kamerad, kawan seperjuangan, dan sahabat kami akan membaca buku kecil ini, dan mendapati diri mereka sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses pembentukan berbagai gagasan yang tertuang. Untuk itu, kami sangat berutang budi dan berterima kasih.
… gagasan-gagasan dalam buku ini bukan sepenuhnya milik kami, melainkan terbentuk melalui percakapan panjang di berbagai komunitas, sesi-sesi penyusunan strategi dalam gerakan agraria, obrolan santai bersama para kader kunci gerakan di lapangan, maupun pertukaran pemikiran dengan sesama peneliti di lembaga akademik.
Selama tiga dekade terakhir, banyak lembaga dan organisasi yang telah menyediakan dukungan finansial untuk kerja-kerja cendekiawanaktivis kami, terutama penelitian. Tidak mungkin kami menyebut satu per satu untuk menyampaikan terima kasih kepada mereka semua. Namun, kami ingin secara khusus berterima kasih kepada dua lembaga yang berperan besar dalam proses lahirnya gagasan buku ini dan mewujudkannya: Kerja-kerja Jenny mendapat dukungan dana dari Transnational Institute, sementara kerja-kerja Jun didukung oleh European Research Council Advanced Grant (Grant No. 834006). Kami juga berterima kasih kepada Transnational Institute yang turut mendanai penerbitan buku ini.
Beberapa bagian dalam buku kecil ini mengacu pada publikasi sebelumnya, baik yang kami tulis secara individu maupun bersama. Oleh karenanya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada ISS, Transnational Institute, serta beberapa jurnal yang menerbitakan artikel-artikel kami: Globalizations, Journal of Agrarian Change, Land Use Policy, dan Third World Quarterly.
Akhir kata, kami sangat berterima kasih kepada Sergio Coronado, Jonathan Fox, Ruth Hall, Phil McMichael, Jesse Ribot, Ian Scoones, dan Annie Shattuck atas semua komentar dan saran mereka yang kritis dan sangat berguna terhadap draf awal buku ini. Kami juga berterima kasih kepada Paula Bownas atas kerja penyuntingan naskah yang cemerlang; juga kepada Eva Broer, Veronika Goussatchenko, dan Chaya Raghoenath dari ISS Projects Office atas segala dukungan mereka terhadap kerja-kerja Jun. Dan yang tak kalah penting, kami mengucapkan terima kasih kepada Jutta Mackwell, Rosanna Denning, dan Chloe Callan-Foster dari Practical Action Publishing yang telah membantu mewujudkan terbitnya buku ini.
Jun & Jenny
Den Haag, Desember 2022





Add Comment