Membagikan Ingatan sebagai Undangan Keterlibatan* Penerbitan buku Berpijak di Dunia Retak memiliki dua tujuan utama. Pertama, penulisan buku ini dimaksudkan sebagai upaya internal bagi keluarga penyintas untuk menyembuhkan luka-luka batin akibat...
Read moreCengkeh, Tabungan Masa Depan
Cengkeh, Tabungan Masa Depan* “Cengkeh adalah tabungan masa depan mereka.” Setidaknya itu yang terjadi di desa Kompang, salah satu daerah dataran tinggi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Meskipun cengkeh mereka yang pertama datang sejak...
Read moreCengkeh: Dulu, Kini & Nanti
Cengkeh: Dulu, Kini & Nanti* Bahwa cengkeh(1) (Syzygium aromaticum) –bersama pala (Myristica fragrans)– adalah dua tanaman asli (endemik) Kepulauan Maluku, sudah tak terbantahkan. Cengkeh dikenal dan diakui berasal dari ‘Empat...
Read morePameran Cengkeh Nusantara: Revolusi Belum Selesai
Layar Nusa mempersembahkan Pameran Cengkeh Nusantara: Revolusi Belum Selesai •Seniman: Ong Hary Wahyu | Andy Seno Aji | Tim Ekspedisi Cengkeh •Tempat: KLINIK KOPI, Jl. Affandi Gejayan, belakang TB Togamas, Yogyakarta •Pameran berlangsung: 31...
Read moreLaunching Film dan buku “Mereka yang Melampaui Waktu”
Tentang “Mereka yang Melampaui Waktu” : Film dan buku “Mereka yang Melampaui Waktu” mampu menghadirkan wacana baru mengenai konsep kesehatan yang sudah terlanjur dipercayai masyarakat umum. Tokoh-tokoh dalam film ini yang merupakan perokok berat...
Read moreTanah dan Identitas yang Hilang
Tanah dan Identitas yang Hilang* “…Sampai saat tanah moyangku, tersentuh sebuah rencana/ Dari serakahnya kota/ Terlihat murung wajah pribumi/ Terdengar langkah hewan bernyanyi/…” (Ujung Aspal Pondok Gede,- Iwan Fals) Sepotong bait lagu yang...
Read moreSi Cantik dari Eka
Si Cantik dari Eka* Pertama kali berjumpa dengan novel Cantik Itu Luka di rak toko buku Insist (Indonesian Society for Social Transformation) di Blimbing Sari, Yogyakarta di tahun 2003. Kala itu, saya dan beberapa kawan dari Makassar melakukan...
Read morePuthut EA
Puthut EA lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Maret 1977. Sejak SMP sampai awal kuliah, ia rajin menulis geguritan (puisi bahasa Jawa) di majalah Penyebar Semangat dan Jayabaya. Di tahun 1995 ia hijrah ke Yogyakarta untuk belajar di Fakultas...
Read moreApa iya sekolah itu candu?
Apa iya sekolah itu candu? Dengan tiga puluh satu ribu rupiah tersisa [minus ongkos angkot pulang] di saku, saya membandrol sebuah buku terbitan INSIST Press, yang pertama kali diterbitkan tahun 1998. Saya membeli cetakan kedua belas...
Read moreRefleksi Setelah Menonton Film “Sokola Rimba”: Mengingat Pertentangan Batin Para Pendidik
Refleksi Setelah Menonton Film “Sokola Rimba”: Mengingat Pertentangan Batin Para Pendidik* Menonton film Sokola Rimba, mengingatkan saya pada pengalaman pertama ketika membaca buku Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang...
Read moreSolusi Krisis Media
Solusi Krisis Media* Hanya ada dua hal yang mampu menyinari dunia: matahari di langit dan pers di bumi. Jika melihat kondisi hari ini ungkapan klasik yang pernah dikatakan Mark Twain tersebut mestinya direvisi. Alih-alih mencerahkan, media-media...
Read moreReverse Anthropology dalam ‘Korporasi & Politik Perampasan Tanah’
Reverse Anthropology dalam ‘Korporasi & Politik Perampasan Tanah’ (*) “Kami juga mau kami punya hidup maju. Tapi kalau hutan ditebang habis, baru kasuari, buaya, ke mana?” (Savitri 2013: 20) Kegelisahan tetua di kampung Domande, yang dicatat...
Read more










