Oposisi Maya, Gerakan Sosial Lewat Jejaring Sosial*
Lembaga-lembaga gerakan sosial di Indonesia meluncurkan sebuah buku berjudul “Oposisi Maya” yang dilatarbelakangi keberhasilan penggalangan dukungan masyarakat lewat dunia maya, terutama jejaring sosial seperti Facebook. Peluncuran buku yang digelar di Goethe Institute, Jalan Sam Ratulangi, Jakarta, Kamis (25/2/2010) tersebut disertai acara diskusi yang menghadirkan aktivis feminis pemerhati gender, Lies Marcoes Natsir, peneliti sejarah, Hilman Farid, dan pengamat politik Daniel Dhakidae sebagai pembicara.
Dalam siaran pers tertulis, buku oposisi maya mencoba menjawab pertanyaan mengenai apa yang membuat jejaring sosial berhasil menjaring dukungan sedemikian besar, seperti dalam kasus Prita. Juga menjelaskan karakter apa yang terdapat dalam dunia maya sehingga bisa melibatkan begitu banyak kalangan menengah perkotaan yang dianggap apolitis. Oposisi Maya juga mencoba menjawab bagaimana media jejaring sosial seperti Facebook dapat dijadikan suatu alat gerakan sosial.
Buku tersebut ditulis oleh Lies Marcoes-Natsir, Saleh Abdullah, Nezar Patria, Linda Christanty, Nurhady Sirimorok, Dodi Yuniar, Mulyani Hasan, Nilam Indahsari, dan Puthut EA. Mereka adalah pemerhati gerakan sosial yang berasal dari INSISTPress, Perkumpulan Praxis, Remdec Swaprakarsa, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI), Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK), Internasional NGO Forum on Indonesian Development (INFID), dan Perkumpulan Demos, Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi. (AP/Russel A. Daniels)
*Sumber: Kompas.com – Kamis, 25 Februari 2010 | 18:24 WIB.





Add Comment